Sodakoh Kepaksa

  • PDF
  • Cetak
  • Surel
Nama saya Fadly, seorang muslim yang “lumayan” taat beribadah (hehe..maaf..bukan bermaksud sombong). Kisah ini kisah saya dan teman saya yang bernama Aldo. Sebelumnya maaf bukan maksud saya merendahkan atau membanggakan seseorang, tapi kisah ini nyata dan apa adanya.

Saya dan Aldo sama-sama siswa di salah satu sekolah favorit di wilayah Cirebon. Orang tua saya berprofesi sebagai buruh tani, sedangkan ibu Aldo berprofesi pegawai negeri sipil dan bapaknya seorang pengusaha sukses. Jelas taraf perekonomian kami berbeda, singkatnya saya anak orang miskin sedangkan Aldo anak orang kaya. Dalam keseharian, setiap ada kebutuhan Aldo tinggal ngomong sama orang tua nya 100% dikabulkan, sedangkan saya harus berusaha sendiri dengan berjualan Es lilin dimobil-mobil yang berhenti di Pom Bensin sehabis pulang sekolah.

Walau dalam segi materi kami berbeda, namun kami tetap berteman baik (istilah PADI nya “Sobat” coy.. hehe..). Satu sifat yang membedakan kami adalah setiap mendapatkan rizki saya selalu menyisihkannya untuk sodaqoh walaupun kecil nominalnya namun saya rutin melakukannya, karena saya selalu ingat nasehat orang tua saya yang intinya “Bersodaqohlah, karena sebagian dari hartamu adalah millik oranglain”. Sedangkan Aldo (maaf) walaupun disakunya selalu ada uang ratusan ribu, namun ia jarang bersodaqoh. setiap saya sarankan bersodaqoh, Aldo selalu bilang “sayang” (bahasa jawanya ‘eman’ coy.. hehe..).

Suatu hari saat saya sedang menemani Aldo di Warung Internet, tiba-tiba teman kami yang bernama Oji datang dan menceritakan masalahnya kepada kami yang intinya meminjam uang sebesar Rp.100 ribu kepada Aldo untuk biaya pengobatan ibunya, namun Aldo tidak mau meminjamkan uangnya dengan alasan gak punya uang. Padahal yang saya tahu, saat itu Aldo bawa uang Rp.300 ribu. Sebenarnya Oji kecewa, namun Oji gak marah dan mengerti kalau di dunia ini tidak ada Sobat sejati (yang selalu ada ketika kita butuh mereka), yang ada hanyalah teman “Materi” sejati (yang ada ketika mereka membutuhkan kita). Hehe… bener gak coy..?!

Saat itu saya bawa uang Rp.100 ribu yang sebenarnya akan saya pake untuk membeli sepatu, karena sepatu saya sudah rusak, namun saat itu hati saya bertanya bagaimana kalau saya jadi Oji? Maka dengan rasa ikhlas karena Allah Swt. saya meminjamkan uang saya itu kepada Oji. Setelah itu Oji izin pulang meninggalkan kami, tak lama kemudian saya dan Aldo pun pulang. Namun karena rumah kami berbeda arah, otomatis saya dan Aldo berpisah.

Saat saya sampe rumah, saya kaget karena ada dua tamu yang sedang menunggu saya, yakni Om Fajar dan Aldo. Om Fajar datang kerumah bermaksud memberikan uang 1 juta rupiah kepada saya, sebagai tanda terima kasih kepada saya yang pernah menolong beliau, ketika dulu beliau mencari modal untuk usaha Mie Ayam (saya memberikan pinjaman sebesar 100 ribu rupiah), sekarang usaha Mie Ayam Om fajar sudah berkembang, dan kini beliau sudah menjadi bos nya.

Alkhamdulillah… saya mendapatkan rizki dari arah yang tidak saya duga, mungkin ini adalah berkah dari sodaqoh saya kepada Oji. Wallahu a’lam (Hanya Allah yang tahu). Subkhanallah… Allah Maha kaya.

Sedangkan Aldo datang kerumah bermaksud menceritakan kejadian yang baru ia alami dalam perjalanannya tadi. Dalam hati, saya bertanya Ada apa dengan Aldo? Ternyata, saat perjalanan pulang, Ada Empat preman yang memaksa Aldo menyerahkan semua barang bawaanya dengan paksa + todongan senjata tajam. Karena merasa takut, Aldo pun menyerahkan semua barang yang ia miliki termasuk Hp Nokia E90 yang seharga Rp.7 jutaan dan uang Rp.300ribu yang ada disakunya. Hmm… sungguh malang nasib Aldo.

Setelah kejadian itu Aldo teringat Oji, seandainya saat itu Aldo menolong Oji mungkin Aldo bernasib lain, Wallahu a’lam (Hanya Allah yang tahu).

Atas kejadian tadi Aldo merasa seolah-olah bersodaqoh namun dipaksa, yachh… aku abis sodaqoh dipaksa dech.. begitulah kata yang keluar dari mulut Aldo. Hmm… sayang,, penyesalan Aldo tidak bisa mengulang waktu. Yaa..Gitu dechh,, Biasanya kita menyesal setelah kehilangan harta, namun tidak menyesal ketika kita kehilangan kesempatan bersodaqoh. Hehe… bener engga coy..?!

Maka lewat kisah ini saya berpesan, setiap kita medapatkan rizki,  sisihkanlah untuk sodaqoh walaupun kecil nominalnya yang penting ikhlas karena sebagian dari harta kita adalah millik oranglain, dari pada kita menyesal setelah kehilangan harta kita. Bener enggak? hehe..Kalau salah, ya maaf…, ‘kan saya masih anak-anak.

Terima kasih dan Semoga bermanfaat. Amin…
Komentar (1)Add Comment
0
...
ditulis oleh HAMBA ALLAH, Maret 28, 2009
bagaimana dengan mr. makrus yg memungutbiaya setiap jum`at, saya rasa itu juga pemaksa`an dengan ketentuan minimal membayar 5 rts perak.
jika boleh tahu, bsa kah dirincikan untuk apa sajakah seluruh uang yang ada....
bagi setiap pembaca yg dpt menjawab, mohon jawab segera.....
karena siswa yg malang ini menginginkan kebenaran yg sebenar-benarnya......

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.

busy
 

Form Login

Anggota Online

None

Akses Web

Bagaimana pendapat Anda dengan Akses website SMPN 1 Arjawinangun ?
 

Pojok Siswa

Sodakoh Kepaksa 21.01.09 - Nama saya Fadly, seorang muslim yang “lumayan” taat beri...
Bahasa Inggris dan Kata Pertama 02.04.09 - Sudah menjadi kelaziman dan diketahui secara luas bahwa BAHA...
Contoh Makalah Contek-Mencotek di Kalangan Remaja 02.04.09 - Bab 1PendahuluanA. Latar Belakang MasalahUjian Akhir Nasiona...

Kunjungan Per Negara

Top 7:
Indonesia flag 67%Indonesia (70114)
United States flag 15%United Sta... (15664)
Russian Federation flag <1%Russian Fe... (566)
Malaysia flag <1%Malaysia (357)
Ukraine flag <1%Ukraine (327)
Norway flag <1%Norway (313)
Netherlands flag <1%Netherlands (218)
104785 visits from 83 countries

Facebook Kami