Obat mujarab yang dapat menghilangkan rasa lapar di tengah siswa melakukan berbagai aktifitas di sekolah, jajan begitulah istilah yang akrab di telinga para siswa SMP dan SMA. Berangkat dari rumah tanpa sempat mengganjal perutnya dengan sesuap nasi atau sepotong kueh, menjadi alasan siswa untuk menyempatkan diri jajan makanan di warung-warung atau kantin sekitar sekolah sebelum pelajaran pertama dimulai.
Siswa yang datang sebelum jam 7 pagi tentu masih punya waktu untuk jajan atau beli sarapan sekedar pengisi energi sebelum awal aktifitas belajar di kelas. Lain halnya dengan siswa yang terlambat atau tiba di sekolah dalam waktu bel masuk berbunyi, besar kemungkinannya tak akan punya waktu untuk jajan. Keadaan ini memaksa mereka harus mengikuti proses belajar mengajar dengan perut kosong, walhasil kosentrasi belajarpun sedikit mengendur. Memang bagi beberapa siswa hal ini tidak terlalu berpengaruh pada kosentrasi belajar, karena mereka dapat mengekang rasa laparnya sampi waktu istirahat tiba.
Tapi bagi siswa yang mempunyai kecendrungan berani plus suasana belajar yang bikin “BeTe”, boring dan sebangsanya, akan memacu kerja otak siswa menggulirkan berbagai trik dan akal bulus untuk bagaimana mencuri waktu keluar dari “arena belajar”, ini dapat ditebak dan sudah bukan rahasia lagi ilmu pamungkas yang “dilakoni” siswa saat ini adalah pura-pura izin ke belakang atau ke kamar kecil !. Sebuah alasan yang jitu dan cerdik guna mengantongi izin sang guru keluar dari arena belajar, siapapun gurunya tentu tidak punya alasan melarang-larang siswanya yang mau buang air kecil atau besar. Di sini penulis tidak membicarakan siswa yang memang benar-benar melakukan hajat metabolismenya, namun memaparkan segelintir siswa yang memanfaatkan izin yang diberikan guru dengan acara jajan di kantin atau warung sekolah. Benar atau salah itu kembali ke diri siswanya, tapi yang jelas dengan adanya jedah waktu keluar saat pembelajaran sedang berlangsung tentu akan berpengaruh pada tujuan pembelajaran itu sendiri.










