Pada suatu hari ada seorang siswi yang menangis tersedu-sedu sendirian dipojok ruang kelas sekolah. Ia terlihat menyesali perbuatannya yang awalnya ia lakukan karena ia ingin mencoba-coba, namun akhirnya kenyataan pahit yang ia alami.
Ingin tahu cerita lengkapnya…. Bacalah kisah nyata dibawah ini dengan se-rius…, okeh coy…
Nach… begini ceritanya….
Ketika bel pulang sekolah berbunyi dengan lantang, semua murid dikelas itu bergegas pulang berlarian berebut jalan pulang, namun ada satu anak yang terdiam lesuh dipojok bangku kelas itu. Saya sebagai guru yang baik hati dan tidak sombong ( ehem… muji sendiri aja neh… hehe, ) yang kebetulan mengajar pada saat itu, saya langsung menghampiri dan menginterogasinya ( ciye..ciye.. kaya pak polisi yang menginterogasi penjahat aja neh.. ).
Ternyata anak itu bernama Jawilem, anak seorang pengusaha obat cacing didaerahnya. Jawilem pun bercerita apa adanya kepada guru tersebut, yang tak lain guru itu bernama ibu Tuti yang juga merupakan guru BP disekolah itu.
Menurut cerita Jawilem… pada saat malam Tahun Baru kemaren, Jawilem diajak merayakan malam tahun baru oleh pacarnya yang bernama Aldo Oglek. Karena merasa anak gaul dan biar gak di cap “kuper” oleh teman-teman genk nya, Jawilem pun menerima ajakan Aldo Oglek yang merupakan pacarnya yang sekaligus kakak kelas disekolahnya.
Sebagai Anak Baru Gede alias ABG, emosi Jawilem dan Aldo Oglek gampang terbawa lingkungan dan suasana. Pada saat malam tahun baru tersebut mereka sangat asyik merayakannya, apalagi suasana saat itu langit begitu indah dengan bintang-bintangnya yang seolah tak lelah menyinari gelapnya malam itu. Saking asyiknya menikmati malam itu, Jawilem dan Aldo Oglek gak sadar kalau jarum jam tangannya menunjukan pukul 01.00 dini hari !!!
Nach… karena malam semakin larut, hawa malam semakin dingin Aldo Oglek pun mencoba-coba memegang tangan Jawilem dengan perasaan mesra yang sebelumnya belum pernah Aldo Oglek lakukan kepada Jawilem, yang merupakan pacar kesayangannya. Jawilem pun merespon dengan dengan senang hati pegangan tangan mesra dari Aldo Oglek pacar yang amat sangat ia sayangi itu. Suasana pun semakin mesra ketika Jawilem dan Aldo Oglek menengok kanan, kiri, depan belakang, banyak teman-teman mereka yang melakukan ciuman mesra, bahkan ada yang berzina. ( Astagfirullah hal ‘adzim… )
Karena merasa gengsi kepada teman-temannya, Jawilem dan Aldo Oglek pun awalnya hanya ingin mencoba-coba, ingin merasakan ciuman mesra seperti apa yang mereka lihat, yang kemudian mereka lanjutkan dengan berzina. ( Astagfirullah hal ‘adzim… )
Karena terbawa suasana malam yang semakin dingin, mereka seolah lupa bahwa jangankan ciuman atau berzina, pegangan tangan pun hukumnya berdosa bagi mereka yang merupakan bukan suami isteri.
Yach… namanya juga anak ABG,, yang tidak punya rasa takut Adzab Allah SWT. Yang ada dipikiran mereka hanyalah nikmatnya pacaran dan gengsi kepada teman-temannya.
Setelah Jawilem dan Aldo Oglek merasa puas menikmati indahnya malam tahun baru itu, mereka pun melihat arah jarum jam tangan Jawilem yang sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari, mereka pun pulang kerumah masing-masing.
Dan tiga bulan kemudian,, perut Jawilem pun membesar alias hamil diluar nikah. Karena merasa bingung, malu dan gak tau harus bagaimana, maka setiap pulang sekolah Jawilem selalu menyendiri memikirkan nasibnya. ( Kasiann… de loch.. )
Sedangkan Aldo Oglek yang Jawilem sayangi setengah mati itu pergi entah kemana, tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.
Yach… Begitulah apa yang diceritakan Jawilem kepada ibu Tuti.
Nach… teman-teman, pengalaman Jawilem ini jadikanlah pelajaran buat kalian. Nasib pahit yang Jawilem alami jangan sampai menimpa nasib kalian semua. Karena sesuatu yang sudah diketahui buruk akibatnya “jangan coba-coba” kalian lakukan, walaupun awalnya “HANYA” berpegangan tangan lebih baik katakan “TIDAK”, karena berdasarkan pengalaman.. awalnya coba-coba dari pegangan tangan, mencium, memeluk, akhirnya berzina. ( Astagfirullah hal ‘adzim… )
Seperti nasehat Guru agama saya, Ustadzah Safara, saya berpesan “belajarlah dari kesalahan, baik dari kesalahan sendiri maupun kesalahan oranglain” karena dengan kesalahan kita tahu mana yang benar dan yang salah.
Kepada teman-teman yang merasa masih gadis, jagalah ‘keperawanan mu’ karena itu adalah mahkota wanita tak ternilai harganya, sekali anda menodainya anda tak akan mendapatkannya lagi, bayangkanlah… betapa malu nya diri anda ketika suatu saat calon suami anda tau kalau anda sudah tidak perawan lagi...!!
Kepada bapak / ibu guru dan orang tua yang terhormat, kalau boleh saya berpesan, ingatkanlah selalu murid-murid dan anak-anak anda tentang bahaya nya perbuatan zina.
Kepada teman-teman remaja putera, saya berpesan, jangan pernah berani mencoba menodai keperawanan seorang perempuan yang bukan muhrimnya, ingatlah kepada saudara perempuan atau ibu mu yang juga seorang perempuan.
Akhirnya saya sebagai manusia biasa, saya meminta maaf andai kata ada kesamaan cerita ini dengan kehidupan anda, yang pasti cerita ini adalah kisah nyata dari Jawilem dan tidak pernah bermaksud menyinggung siapapun atau pihak manapun. Semua ini hanyalah pengalaman hihup seorang Jawilem yang dikreasikan melalui cerita pendek.
Terima kasih dan Wassalam.
Sampai ketemu lagi dengan cerita-cerita yang lain…
Dan Semoga apa yang saya ceritakan ini, bermanfaat buat kita semua, Amin….










