Bunuh Diri dengan Search Engine dan Kata

  • PDF
  • Cetak
  • Surel
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pencari informasi di internet-Problem-problem yang dihadapi oleh para pencari informasi bukan melulu disebabkan oleh struktur pertumbuhan informasi di
internet itu sendiri. Malah kebanyakan, problem mencuat sebagai akibat beredarnya mitos di tengah para pencari informasi mengenai alat yang dipergunakannya. Bahkan, lebih sering,problem itu muncul karena kesalahan dalam memilih kata kunci dan tempat pencarian. Mereka seakan bunuh diri dengan alat pencarian dan kata yang dipilihnya sendiri. Mari kita buktikan. Saya mengakses Undang-undang No. 26 Tahun 1999 Tentang Pencabutan Undang-undang Nomor II/PNPS/Tahun 1963 Tentang Pemberantasan Kegiatan Subversi, yang terletak di http://www.ri.go.id/produk_uu/isi/produk_99/uu1999/uu-26-99.htm
Saya  mencoba menemukan dokumen ini di Google dengan kata kunci yang jelas-jelas terdapat pada dokumen itu, yaitu “UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1999”. Perhatikan bahwa saya menggunakan dua tanda kutip dalam kata kunci tersebut untuk mendapatkan hasil yang spesifik. Pada halaman lain buku ini telah disebutkan bahwa sampai bulan Oktober 2003 jumlah halaman web di internet diperkirakan mencapai lebih dari 6 miliar.Halaman web adalah dokumen-dokumen yang berformat HTML. Cakupan search engine dalam menjelajah dan mengindeks dokumen di internet tidaklah sebanyak itu.
Seperti dikutip Danny Sullivan, Google mengklaim sudah mampu mengindeks sekitar 3,3 miliar dokumen pada bulan September 2003. Disusul oleh search engine AllTheWeb yang mencapai 3,2 miliar. Altavista ‘hanya’ sekitar 1 miliar dokumen. Dokumen-dokumen yang dimasud di sini adalah dokumen HTML, file PDF, dokumen Microsoft Office, dokumen teks, dan dokumen-dokumen sejenis itu.
Angka-angka ini memperlihatkan bahwa search engine yang ada baru mampu mencakup kurang dari separuh isi internet. Jadi, cukup jelas bahwa kita tidak mungkin menemukan seluruh isi internet lewat search engine. Artinya, untuk menemukan informasi, kita harus juga melirik alat dan tempat selain search engine. Pada bagian lain buku ini, kita akan coba mencari tahu bagaimana cara kerja search engine untuk memahami, mengapa tidak semua isi internet dapat ditemukan lewat search engine. Masing-masing Search Engine Tidaklah Sama Ada juga yang menganggap bahwa sekian banyak search engine yang sekarang tersedia pada dasarnya sama saja. Dengan begitu, satu search engine sama bagusnya dengan search engine yang lain. Berdasarkan anggapan itu, banyak pemula merasa hanya perlu tahu cara menggunakan satu search engine saja. Ini jelas mitos. Satu search engine jelas-jelas berbeda dengan search engine yang lain. Pada halaman sebelumnya, kita sudah tahu cakupan pengindeksan beberapa search engine, saling berbeda satu sama lainnya. Google telah mampu mengindeks 3,3 miliar dokumen, AllTheWeb 3,2 miliar, dan Altavista hanya sekitar 1 miliar dokumen. Search engine lain mungkin punya cakupan pengideksan yang berbeda lagi. Jika angka-angka di atas agak membingungkan Anda,
mari kita lakukan uji coba kecil di beberapa search engine. Saya akan menggunakan kata kunci “yayan sopyan” (dengan dua tanda kutip yang mengapitnya) untuk mencari tahu seberapa banyak dokumen yang berkaitan dengan diri saya dapat ditemukan di beberapa search engine. Pada awal Juni 2005, untuk uji coba ini, saya akan menggunakan search
engine Google (http://www.google.com), HotBot (http:/ /www.hotbot.com), Altavista (http://www.altavista.com), AllTheWeb (http:// www.alltheweb.com), dan Lycos (http://
www.lycos.com). Hasilnya?
Google menemukan 715 dokumen yang berisikan kata yayan sopyan, tetapi hanya 43 dokumen yang benarbenar berkaitan dengan diri saya. Hotbot menemukan 27
dokumen yang berisikan kata yayan sopyan, 22 di antaranya memang berkaitan dengan diri saya. Altavista menemukan 515 dokumen, 42 di antaranya menyangkut diri saya. AllTheWeb menemukan 93 dokumen yang sesuai dengan kata kunci, dan hanya 16 dokumen yang berkait dengan diri saya. Sedangkan Lycos menemukan 27 dokumen, dan 22 di antaranya bersangkutpaut dengan diri
saya. Sekurangnya ada 2 faktor yang menyebabkan masingmasing search engine menampilkan jumlah hasil pencarian yang berbeda. Pertama, adanya perbedaan cakupan pengindeksan pada masing-masing search engine seperti yang telah diungkapkan di atas. Kedua, masing-masing search engine memproses kata kunci “yayan sopyan” (dengan dua tanda kutip itu) secara berbeda pula. Bukan hanya pada 2 hal itu saja letak perbedaan antara satu search engine dengan yang lainnya. Masing-masing search engine juga menyediakan fasilitas yang berbedabeda. Google, misalnya, menyediakan fasilitas untuk melakukan pencarian di USENET atau newsgroup. USENET adalah sebuah wahana lain yang tersedia di internet, yang berbeda dengan web yang menjadi wahana paling populer saat ini, yang biasanya berisikan diskusi sebuah komunitas virtual. Altavista menyediakan fasiltas pencarian file video
dan audio dengan berbagai format. AllTheWeb menyediakan fasilitas pencarian di server FTP. FTP
merupakan sebuah wahana lain di internet yang lazimnya dipakai untuk penyimpanan dan pentransferan file. Dan Lycos menyediakan fasilitas pencarian untuk keperluanberbelanja. Ini berarti, meski kita telah menemukan sebuah search engine yang kita anggap cukup bisa memuaskan kebutuhan, tak ada salahnya untuk mencoba search engine lain. Siapa tahu search engine lain dapat memberikan hasil yang tak diberikan oleh search engine favorit kita. Tak ada salahnya untuk mencoba.
Pilihan Kata Kunci yang Tidak Tepat
Di luar mitos-mitos tadi, problem-problem pencarian di internet juga bisa disebabkan oleh kesalahan yang kitalakukan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pencari informasi adalah kesalahan dalam memilih kata kunci (keyword) yang dicari. Kesalahan yang umum terjadi, pertama, adalah memilih kata kunci yang terlalu umum. Kesalahan ini akan mengakibatkan search engine menghadirkan banyak dokumen yang tidak sesuai dengan yang kita maksud. Katakanlah, Anda sedang melakukan riset mengenai tindak kejahatan di perkotaan untuk memperkaya novel yang sedang Anda tulis. Sebaiknya Anda tidak memilih kata kejahatan sebagai kata kunci dalam pencarian. Kata kejahatan terlalu bersifat umum sehingga mungkin saja Anda akan mendapatkan juga dokumen yang berkaitan dengan isu moral tentang kejahatan dan kebaikan, atau isu pelanggaran HAM mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan. Boleh jadi kata kunci “kriminalitas di Jakarta” akan memberikan hasil yang lebih baik. Atau gunakan kata kunci yang lebih spesifik, misalkan seperti “perampokan nasabah bank”. Kedua, memilih kata yang mempunyai banyak arti sebagai kata kunci tunggal. Misal, pemilihan kata jasa sebagai kata kunci tunggal, mungkin akan membuat search engine menampilkan dokumen mengenai jasa-jasa guru, atau perusahaan jasa telekomunikasi. Contoh dalam bahasaInggris, misalnya, pencarian dengan kata bond sebagai kata kunci akan menghasilkan dokumen yang memuat financial
bond, atau chemical bonds, atau James Bond. Ketiga, menggunakan huruf kapital dalam kata kunci.
Beberapa search engine bersifat incasesensitive, artinya mengabaikan perbedaan penggunaan huruf kapital. Namun, ada search engine yang bersifat case-sensitive, peka terhadap penggunaan jenis huruf.
Keempat, menggunakan stop word sebagai kata kunci. Istilah stop word mengacu ke sejumlah kata dalam bahasa Inggris yang dianggap tidak penting. Beberapa stop word di antaranya adalah kata after, also, an, and, as, at, be, because, before, between, but, before, for, from, however, if, in, into, of, or, other, out, since, such, than, that, the, there, these, this, those, to, under, upon, when, where, whether, which, with, within, dan without.Oleh beberapa search engine, stop word tidak dicatat untuk menghemat ruang penyimpanan dan mempercepat proses pencarian. Search engine akan mengabaikan stop word
dalam kata kunci. Jika kita menjadikan kalimat to be or not to be, yang dicari oleh search engine kata not saja. Namun, Google masih tetap mencari stop word jika diapit oleh dua tanda kutip –sebagai sebuah frase. Cobalah ke Google, masukan kalimat to be or not to be sebagai kata kunci; dan bandingkan jika kata kuncinya diubah menjadi “to be or not to be” (perhatikan, ada dua tanda kutip yang mengapitnya).
Perintah yang Membingungkan
Ini masih berkaitan dengan kata kunci. Dalam sebuah pencarian, kata kunci bisa saja berupa satu atau serangkaian kata yang memang kita pilih untuk membimbing kita ke arah informasi yang kita kehendaki. Namun, kata kunci bisa juga berupa kombinasi antara kata-kata pilihan dan tanda-tanda yang menjadi perintah bagi program pencari dalam memproses kata-kata pilihan tersebut. Tanda-tanda perintah
itu bisa berupa kata, yang disebut dengan operator logika boolean. Beberapa pencari informasi mungkin sudah cukup mahir dalam logika boolean. Sebetulnya, penjelasan mengenai logika boolean akan kita
bahas pada halaman lain buku ini. Namun, mungkin ada baiknya sekarang kita sedikit berkenalan dengan boolean, yang terkadang menimbulkan problem bagi kita jika digunakan secara tidak tepat.
Dalam konteks pencarian informasi di internet, logika boolean merupakan cara untuk menentukan kriteriapencarian. Boolean sangat membantu para pencari informasi untuk menentukan kriteria yang lebih spesifik dan mendekatkan teks kepada konteks yang dikehendaki oleh si pencari. Dua operator boolean yang paling populer adalah AND dan OR. Dilihat dari makna bahasa Inggrisnya, kita segera
tahu manfaat kedua operator itu. Jika kita menjadikan yayan AND sopyan sebagai kata kunci, itu berarti program pencari diperintahkan untuk menemukan informasi yang mengandung kata yayan dan
sopyan dalam satu dokumen. Dokumen yang hanya mengandung kata yayan saja, atau sopyan saja, akan dianggap tidak cocok dengan kriteria pencarian. Sedangkan jika yayan OR sopyan dijadikan kata kunci pencarian, program pencari akan mencari dokumen yang mengandung
kata yayan, atau sopyan, atau yayan dan sopyan. Masalahnya, kedua operator logika boolean itu adalah kata yang secara tekstual juga punya arti. Ketika kita menuliskan romeo and juliete sebagai kata kunci, apakah yang sebenarnya kita kehendaki? Kita mau mencari dokumen yang mengandung kata romeo dan juliete? Ataukah, kita mau mencari informasi mengenai film atau naskah drama “Romeo And Juliete”? Itulah sebabnya beberapa search engine memberlakukan cara tertentu untuk menuliskan operator boolean. Beberapa search engine mensyaratkan penggunaan huruf kapital dalam menuliskan operator boolean: Kata and dalam romeo AND juliete akan dianggap sebagai operator boolean; sedangkan dalam romeo and juliete akan dianggap sebagai kata biasa yang juga perlu dicari. Kelalaian dalam mengenali tata cara pencarian yang berlaku di sebuah search engine akan membuahkan kekecewaan bagi pencari informasi.
Salah Memilih Tempat
Problem-problem pencarian juga muncul sebagai akibat dari kesalahan dalam memilih tempat pencarian. Kebanyakan pemula terlalu meyakini bahwa situs web search enginesebagai satu-satunya tempat untuk melakukan pencarian informasi. Keyakinan ini terlalu berlebihan dan bisa mengecewakan mereka sendiri dalam mencari informasi. Kepala Anda akan bertambah pening, jika mencoba mencari tahu pengertian istilah USENET-yang disebut-sebut di halaman sebelumnya buku ini-lewat search engine. Google akan menyodorkan kepada Anda lebih dari 6 juta dokumen, jika Anda mencoba melakukan pencarian dengan menggunakan kata kunci USENET. Dan belum tentu Anda akan mendapatkan dokumen yang menjelaskan pengertian USENET dengan ringkas dan gamblang, sejak di halaman pertama hasil pencarian tersebut. Akan tetapi, Anda akan segera mendapatkan informasi yang tepat mengenai USENET jika Anda mencarinya di situs web Whatis (http://www.whatis.com). Situs web Whatis adalah salah satu situs web yang memang disiapkan sebagai pusat informasi mengenai istilah-istilah yang dipergunakan di dunia teknologi informasi. Dengan satu langkah pencarian, Anda akan segera mendapatkan penjelasan mengenai istilah USENET. Namun, situs web ini bukanlah tempat yang tepat jika Anda bermaksud mencari tahu mengenai komunitas virtual macam apa saja yang memanfaatkan USENET. Contoh lain, untuk mencari arsip berita-berita nasional, akan lebih efektif jika pencarian dimulai dari situs-situs web media nasional. Lazimnya, sebuah situs web yang berukuran sedang dan besar dilengkapi dengan fasilitas pencarian ke arsip dokumen yang dikelolanya. Namun, memang tidak ada jaminan bahwa kita akan dapat menemukan arsip dokumen yang penah dipublikasikan di situs web itu. Ada beberapa faktor yang dapat membuat arsip dokumen tak dapat ditemukan lewat fasilitas pencarian yang disediakan di situs web yang bersangkutan. Pertama, kualitas program pencari dokumennya buruk. Kedua, kualitas dan kemampuan peng-indeks-annya buruk. Ini dapat terjadi pada situs web yang menyimpan banyak dokumen dengan frekuensi updating yang sangat tinggi seperti situs-situs berita misalnya. Ketiga, dengan alasan tertentu, arsip-arsip dokumen tersebut‘disembunyikan’ dari publik. Biasanya, hal ini dilakukan dengan alasan komersial dan penghematan ruang penyimpanan. Pada saat arsip dokumen berita nasional tidak ditemukan di
tempat asalnya, para pencari informasi perlu sedikit memutar otak. Tempat pencarian bisa saja dialihkan ke tempat-tempat yang lazim mengutip berita-berita nasional. Misalnya, mailinglist atau grup-grup diskusi online. Intinya sangat sederhana, yaitu carilah informasi di tempat
yang tepat. Dan ada begitu banyak jenis alat bantu dan tempat pencarian informasi di internet. Selain situs web layanan search engine, kita dapat mencoba situs web kamus dan ensiklopedia, beberapa diantaranya tersedia secara gratis.


(sumber : http://blogoke-admin.blogspot.com)
Komentar (4)Add Comment
0
...
ditulis oleh aji, Maret 18, 2009
menurut saya sekolah smp ini sangat baik sekali,,,,
0
...
ditulis oleh fatimatul jahroh, Maret 18, 2009
SMPN1AWN IS THE BEST FOREVER.Aq sangat bangga bisa sekolah d smpn1awn,karena kualitasnya lebih baik dan meningkat dari sebelumnya,selama Aq belajar d dalam kelas dengan baik dan aq bangga dengan guru2nya,khususnya bwt guru TIK dan bwt PA MUDASIR yg membuat skul ni nmbh maju & sukses.
0
...
ditulis oleh The Rabbit Crazy , Maret 18, 2009
saya sangat tidak suka dgn guru kelas satu yg mengajar B.cIREBON............
saya sedih karena kita harus berpisah dengan kalian&SMPN1AWN yang sudah membimbing kita selama 3 tahun




From:THE RABBIT CRAZY
0
...
ditulis oleh Tesa 9e, Maret 18, 2009
Qt sdih bgt smilies/angry.gif di dtik2 prpshan ni..kya nya bru kmren de Qt msuk schl ne,eh krang tba2 UN sdh di dpn mta z.gx trasa 3thn Qt brsma py akhr nya hruz brpsah.......
py Qt gx kn lp ma jasa ri schl ne y6 dh mmbrikan Qt pljran y6 pling brhrga dlm hdp Qt...
thnx b6t wat smp1 ne,,,,,smilies/wink.gif

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.

busy
 

Form Login

Anggota Online

None

Poll Ekschool

Menurut Anda Apa Ekstra Kurikuler SMPN 1 Arjawinangun yang paling berkembang dan terorganisir dengan baik ?
 

Akses Web

Bagaimana pendapat Anda dengan Akses website SMPN 1 Arjawinangun ?
 

Poll Prestasi Belajar

Faktor penyebab utama siswa cenderung malas belajar ?
 

Pojok Siswa

Sodakoh Kepaksa 21.01.09 - Nama saya Fadly, seorang muslim yang “lumayan” taat beri...
Bahasa Inggris dan Kata Pertama 02.04.09 - Sudah menjadi kelaziman dan diketahui secara luas bahwa BAHA...
Contoh Makalah Contek-Mencotek di Kalangan Remaja 02.04.09 - Bab 1PendahuluanA. Latar Belakang MasalahUjian Akhir Nasiona...

Kunjungan Per Negara

Top 7:
Indonesia flag 67%Indonesia (70113)
United States flag 15%United Sta... (15664)
Russian Federation flag <1%Russian Fe... (566)
Malaysia flag <1%Malaysia (357)
Ukraine flag <1%Ukraine (327)
Norway flag <1%Norway (313)
Netherlands flag <1%Netherlands (218)
104784 visits from 83 countries

Facebook Kami