KESADARAN RAMAJA TERHADAP AGAMA

  • PDF
  • Cetak
  • Surel

Dalam pebagian tugas perkembangan manusia, maka masa remaja menduduki tahap progresif. Dalam pembagian yang agak terurai masa remaja mencakup masa: juvenilitas, pubertas dan nubilitas (jalaludin,1995:72).

Dalam perkembangan yang terjadi dari mulai menginjak masa remaja awal dan masa remaja akhir, pengaruh sifat yang dimilikinya baik dari keluarga, pergaulan, masyarakat ataupun lingkungan,menimbulkan suatu perasaan. Perasaan tersebut dikemukakan pula oleh jalaludin (1995:73) pula, bahwasanya berbagai perasaan sosial, etis dan estetis mendorong remaja untuk menghayati prikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. Kehidupan religius akan mendorong dirinya lebih dekat ke arah hidup yang religius juga.
a. Lingkungan kehidupan remaja
Lingkungan kehidupan remaja, kebanyakan beranggapan mengarah kepada yang tidak baik. Artinya dalam perilaku remaja selalu berkelakuan yang kurang baik, ini dilihat pada remaja yang sering mengadakan kumpulan-kumpulan bersama, seperti chums, cliques, crowd, kelompok yang terorganisir, dan gengs. Seperti yang telah diuraikan dalam penyesuaian pribadi dan sosial terdahulu. Didi Munadi A. (1996:56) berpendapat bahwa kelima jenis kelompok tadi merupakan media alternatif yang dimanfaatkan remaja untuk mengekspresikan dirinya.
Dalam lingkungan kelompok yang ada pada remaja, menurut Siti R. Haditono (1982:275) yaitu pada saat remaja membentuk suatu kelompok dalam melepaskan dirinya dari pengaruh orang dewasa, pada lain pihak hal ini tidak lepas dari adanya bahaya terutama bila mereka lalu bersatu membentuk kelompok.
Dalam keadaan keimanan dan aqidah yang lemah, dan terbatasnya pengetahuan agama, kemudian remaja terpengaruh pada lingkungan pergaulan sosial yang tidak mendukung. Menurut Hasan Basri (1994:57) pergaulan mereka dipengaruhi kemodern an dengan segala penampilannya, seperti:
Pergaulan bebas, mengekspresikan tanda kasih sayang yang awut-awutan, sopan santun dalam kehidupan semena-mena, makanan minuman tentang halal haram yang tidak diindahkan lagi, cara mencari rizki, penggunaannya yang tidak menghiraukan ajaran agama, pola pakaian yang dipakai dan tutur kata seseorang sebagai alat komunikasi yang tidak dihiraukan tarap kesopanannya, akhir-akhir ini memang kurang diindahkan.
b. Sikap remaja terhadap agama
Remaja sebagai sebuah proses menuju pada masa dewasa dan pencarian identitas diri, menemukan beberapa pengalaman yang unik. Penemuan ini mencakup keimanannya, sikap-sikapnya terhadap nilai agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama yang pada dasarnya telah diterima sejak kecil (Didi Munadi A, 1996:52).
Dan melihat dari dasar agama yang diterimanya sejak kecil dari orang tuanya, Zakiyah Darajat mengemukakan faktor-faktor dan unsur-unsur yang mempengaruhi sikap remaja terhadap agama, sebagai berikut:
1. Percaya turut-turutan.
Percaya turut-turutan ini artinya, adakalanya mereka mengikuti sikap agama karena mengikuti orang tuanya, lingkungan tempat tinggalnya. Karena lingkungan atau dalam keluarganya terdidik dalam keagamaan. Zakiyah Darajat (1970:91) menjelaskan bahwa percaya seperti inilah yang dinamakan percaya turut-turutan. Mereka seolah-olah apatis, tidak ada perhatian untuk meningkatkan agama, dan tidak mau aktif dalam kegiatan-kegiatan agama.
2. Percaya dengan kesadaran
Kepercayaan ini didatangkan dari kesadarannya menentukan sikap, karena ia tengah mencari identitas dirinya. Zakiyah Darajat (1976:92) mengemukakan, kesadaran agama atau semangat gamapada remaja itu, mulai dengan cenderungnya remaja kepada ; meninjau dan meneliti kembali caranya beragama dimasa kecil dulu. Yang didalam kesadaran tersebut, remaja mempunyai dua semangat, yaitu semangat positif, dimana ia melihat agama sekarang kritis dan analitis, yang mudah terpengaruh oleh hal-hal yang masuk akal. Sedangkan semangat khurafi adalah sebaliknya, yaitu mempercayai sesuatu yang tidak masuk akal. Misalnya percaya pada benda-benda keramat, dukun, takhayul dan lain sebagainya (Didi Munadi A,1996:53).
3. Percaya tapi ragu-ragu
Hal ini biasanya terjadi pada saat remaja menginjak pada kedewasaan (dewasa awal/dewasa akhir). Menurut Andi Mappiare (1982:89) keadaan pribadi, sosial dan moral remaja akhir berada dalam periode yang kritis atau critical period.Dalam periode akhir masa remaja ini individu memiliki kepribadian tersendiri yang akan menjadi pegamgam (falsafah hidup) dalam alam kedewasaan.
Dan dengan adanya prinsip dalam pandangan hidupnya, remaja merasa bimbang dan ragu dalam kesadarannya terhadap agama, karena perasaannya yang menguasai keyakinan terhadap agama. Oleh karena pikiran yang menguasai pada masa remaja akhir, maka sudah barang tentu banyak ajaran-ajaran agama yang kembali diteliti ataudikritik, terutama apabila pendidikan agama yang diterimanya waktu kecil lebih bersifat otoriter.
Dalam hal ini remaja benar-benar bimbang pada pikirannya mengenai agama, sebab kesadarannya berdasarkan alam pikirannya mengenai agama, sebab kesadarannya berdasarkan alam pikirannya yang menginjak dewasa yang semakin maju dan senantiasa mempertahankan eksistensi agama yang diyakininya. Apabila kebimbangan tersebut dapat terlampau mempengaruhi dirinya, bisa-bisa ia pindah agama bahkan ia bisa menjadi mengingkari agama (Didi Munadi A, 1996:54).
4. Tidak percaya kepada Tuhan
Salah satu perkembangan yang mungkin terjadi pada akhir masa remaja adalah mengingkari wujud Tuhan sama sekali dan menggantikannya dengan keyakinan lain. Hal ini disebabkan karena pengalaman-pengalaman pahit waktu kecil, keadaan-keadaan atau peristiwa yang dialaminya serta didikan orang tua. Namun bisa juga karena faktor ekonomi, atau keputusan(Zakiyah Darajat, 1976:102)
Untuk memberikan dorongan positif bagi remaja terhadap agama, adanya bimbingan khusus dari orang tua, pendidikan sekolah dan tokoh masyarakat dalam menghilangkan kebimbangan, tekanan batin dan keragu-raguan. Didi Munadi Ardi (1996:54) menanggapi bahwa agar tujuan tersebut tercapai, maka seharusnya remaja diberikan pengertian bahwa agama bukanlah mempengaruhi kehendak Tuhan sesuai dengan keinginan (remaja). Tetapi beragama adalah mempelajari, menghayati, meresapi kehendak Tuhan.

Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.

busy
 

Form Login

Anggota Online

None

Poll Ekschool

Menurut Anda Apa Ekstra Kurikuler SMPN 1 Arjawinangun yang paling berkembang dan terorganisir dengan baik ?
 

Akses Web

Bagaimana pendapat Anda dengan Akses website SMPN 1 Arjawinangun ?
 

Poll Prestasi Belajar

Faktor penyebab utama siswa cenderung malas belajar ?
 

Pojok Siswa

Sodakoh Kepaksa 21.01.09 - Nama saya Fadly, seorang muslim yang “lumayan” taat beri...
Bahasa Inggris dan Kata Pertama 02.04.09 - Sudah menjadi kelaziman dan diketahui secara luas bahwa BAHA...
Contoh Makalah Contek-Mencotek di Kalangan Remaja 02.04.09 - Bab 1PendahuluanA. Latar Belakang MasalahUjian Akhir Nasiona...

Kunjungan Per Negara

Top 7:
Indonesia flag 67%Indonesia (70113)
United States flag 15%United Sta... (15664)
Russian Federation flag <1%Russian Fe... (566)
Malaysia flag <1%Malaysia (357)
Ukraine flag <1%Ukraine (327)
Norway flag <1%Norway (313)
Netherlands flag <1%Netherlands (218)
104784 visits from 83 countries

Facebook Kami