Wah! Kalau udah ngomong-ngomong tentang waktu, khususnya tentang bagi membagi, rasanya udah nyangkut ama kegiatan yang kita lakukan deh. Bagaimana tidak, sang waktu selalu aja nguntit di mana kita masih hidup. Misalkan aja waktu berada di rumah, kita kan gak luput ama tugas-tugas rumah kan? Nach, tugas-tugas itu tentu saja merupakan kewajiban dalam keluarga. Bila kebetulan dapat tugas yang bertumpuk, karena kamu anak pertama misalnya, itu sebenarnya bukan beban berat lho, asal kamu tau aja kapan kamu harus kerjakan tugas-tugas itu. Bukan hanya pekerjaan rumah aja, belajar juga demikian kok. Kita harus dapat membagi waktu dengan cermat, mana waktu untuk belajar dan mana waktu untuk istirahat, setelah seharian memeras otak di sekolah.Misal si Tia, sebenarnya dia termasuk anak yang lumayan cerdas di kelas. Dia gak sadar telah naik kelas 9 SMP. Tentu saja dia harus belajar lebih giat untuk menghadapi ujian dan juga dalam menghadapi UN (Ujian Nasional). Tapi justru dia menggunakan waktunya untuk berhura-hura dengan teman-temannya, ke gunung, ke mall atau ke mana aja dia suka. Nah lho! Apa yang terjadi kemudian? Akibatnya di saat Ujian Nasional (UN) dia banyak menemui kesulitan, dan Nilai Ujian Nasionalnya juuueelek sekali. Lebih parah lagi saat ujian sekolah dia mendapat nilai yang jelek. Sehingga Tia menyesal deh setelah semua telah terjadi.
Begitu juga si Dewi, dia terlalu getol sama klub volley ball, les tari, les Inggris, latihan drama dan seabreg kegiatan lain, sehingga selama seminggu kegiatannya padat sekali deh. Dari kegiatan-kegiatan itu, rupanya dia gak menyadari bahwa waktu belajarnya banyak yang hilang dan disisi lain dia juga kurang bisa mengatur waktunya dengan efektif, alhasil saat kenaikan kelas dan menerima raport, dia tidak naik kelas.
Sekarang marilah kita renungkan apa yang kita perbuat dengan waktu sehari-hari. Sudah benarkah kita dalam membagi waktu? Remaja, dengan sadar atau nggak nih, kita sebenarnya dilibatkan pada hal-hal yang secara nggak langsung menuntut diri kita untuk berbuat sesuatu yang gak merugikan kan? Nah… kamu punya pemikiran seperti itu aja sebenernya udah cukup kok untuk meraih kesuksesan dalam dirimu. Bener!!! Tapi, nanti dulu jangan buru-buru bangga ah! Kalau kamu udah pinter ngatur waktu dengan baik, sehingga gak ada waktu yang terbuang sia-sia, ini yang namanya jempolan.
Sebenernya sih boleh-boleh aja seperti Tia dan Dewi untuk aktif dalam semua kegiatan yang dianggap baik. Tapi harus ingat dong akan kebutuhan sekolah. Kan kasihan tuh ortu yang udah capek nyari duit buat biaya sekolah kita, eh kitanya nggak menyadari semua itu. Iya nggak? Yach… pokoknya jangan sampai deh kita teledor sama apa yang namanya waktu. Waaah, rugi banget lho? Dan apa salahnya bila kita ingat pepatah “Waktu sangat berharga” setuju gak???
Pasang sebagai favorite
Bookmark
Email ini
Hits: 87
Komentar (0)

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.









