Salah satu materi pelatihan peningkatan profesionalisme guru di Australia adalah Kurikulum Matematika Australia. Beberapa pokok pemikiran dalam kurikulum matematika di Australia adalah cakupan, kejelasan, kedalaman, dan perluasan materi matematika. Adapun tujuan umum pembelajaran matematika di sekolah yang ingin dicapai adalah menumbuhkan matematikawan yang mahir, menggunakan ilmu matematika dengan cakap dalam menjalankan profesi, mampu melakukan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan matematika (numeracy), dan setiap warga negara dapat menggunakan matematika sesuai kebutuhan mereka.
Saat ini kedelapan wilayah bagian Australia mempunyai kurikulum matematika masing-masing. Beberapa kurikulum tersebut sangat terarah dan lainnya hanya memberikan panduan ( a framework ). Namun demikian, semua kurikulum tersebut mengarah kepada kurikulum nasional.
Tujuan kurikulum matematika Australia adalah
- Mewujudkan siswa menjadi percaya diri, pengguna yang kreatif, komunikator matematika, dapat menginvestigasi, dapat melambangkan dan menafsirkan situasi dalam diri, dalam pekerjaan dan dalam aktivitas sebagai warga Negara.
- Mengembangkan pengertian mendalam tentang konsep matematika, kelancaran dalam proses, dapat menempatkan dan menyelesaikan masalah serta penalarannya dalam Bilangan dan Aljabar, Pengukuran dan Geometri serta Statistika dan Peluang.
- Mengenalkan hubungan antara matematika dan disiplin ilmu yang lain serta menghargai matematika sebagai ilmu yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.
Kurikulum matematika mencakup tiga bahasan materi, yaitu bilangan dan aljabar, pengukuran dan geometri, serta statistika dan peluang. Materi Bilangan dan aljabar meliputi bilangan dan nilai tempat, bilangan pecahan dan desimal, bilangan real, uang dan matematika keuangan, pola bilangan dan aljabar, hubungan linear dan non linear, materi pengukuran dan geometri meliputi penggunaan satuan pengukuran, bentuk bangun geometri, alasan geometri, tempat kedudukan dan transformasi, pythagoras dan trigonometri. Materi statistika dan peluang meliputi data representatif dan penafsiran.
Sedangkan bahasan keahlian atau aktivitas pada kurikulum matematika Australia adalah :
- Pengertian (menghubungkan, melambangkan, mengidentifikasi, menggambarkan, menafsirkan, mengelompokkan, dan lain-lain)
- Kelancaran dalam proses (menghitung, mengenalkan, memilih, mengingat kembali, memanipulasi, dan lain-lain)
- Pemecahan Masalah (menerapkan, mendisain, merencanakan, mengecek, membayangkan, dan lain-lain)
- Penalaran (menjelaskan, memberi alasan, membandingkan, membedakan, menyimpulkan, membuktikan, dan lain-lain)
Intinya mengajar matematika bukan memberikan penjelasan tetapi dapat memilah dan memilih materi dengan melibatkan siswa dan yang memberikan pengalaman yang mereka butuhkan untuk mempelajari konsep-konsep matematika.
Kurikulum matematika Australia pada garis besarnya adalah memprioritaskan guru memutuskan dan mengintegrasikan bahasan isi materi dan keahlian /aspek yang di capai, dengan menggunakan pola pikir yang luas dapat membantu micro planning dan memilih tugas atau materi yang tepat bagi siswa sangatlah penting.
Jadi, pada dasarnya cakupan materi dan keahlian/aktifitas yang dituntut dalam kurikulum matematika Australia sama dengan kurikulum matematika Indonesia. Yang berbeda adalah praktik kegiatan belajar mengajar matematika di kelas dan pencapaian siswa. Indonesia Result Combined with Hiebert, J. et. Al, (2003) menunjukkan bahwa tingkat kompleksitas masalah, soal penerapan, dan penggunaan kata-kata (komunikasi) dalam pelajaran matematika di Australia lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.










