Adelaide merupakan ibu kota South Australia, yang terletak di selatan benua Australia. Kota ini merupakan kota pelajar yang berpenduduk sekitar 1,2 juta orang saja. Dengan penduduk yang sedikit tersebut, tidak heran apabila diberbagai sudut kota suasana tampak lengang. Keramaian hanya terdapat di titik- titik tertentu saja seperti di daerah sekitar King William Street (Pusat Kota) itu pun hanya pada jam-jam tertentu saja.
Walaupun Australia saat itu menjelang memasuki musim panas, suhu di Adelaide terasa sangat dingin dengan suhu udara sekitar 13 s/d 17 derajat celcius . Hal ini berlangsung hingga minggu ke dua. Pada minggu ke tiga nuansa summer (musim panas) mulai terasa. Udara cerah dengan suhu sekitar 22 – 25 derajat celcius. Namun, menjelang pulang ke Indonesia hujan disertai angin kencang dan kabut tebal muncul . Cuaca di Adelaide memang sering berubah-rubah dan kadang-kadang sulit diprediksi.
Adelaide memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah keramahan penduduknya. Tidak seperti orang-orang barat pada umumnya, penduduk Australia terutama penduduk Adelaide adalah orang-orang yang ramah. Mereka senantiasa menyapa meskipun kepada orang yang tidak mereka kenal. Minimal mereka mengatakan “Hi….” Sambil melambaikan tangan. Apabila dimintai pertolongan mereka sangat respek dan membantu semaksimal mungkin. Misalnya ketika diminta menunjukkan arah ke suatu tempat, mereka tidak segan-segan untuk berjalan sampai jarak tertentu lalu menjelaskan letak tempat yang dimaksud.
Ada pengalaman menarik. Di hari pertama, ketika pulang dari kampus saya dan salah seorang teman salah naik bis sehingga kami turun di suatu tempat yang sangat jauh dari tempat kami tinggal. Setelah melihat peta, kami mencoba mencari alamat homestay kami. Waktu sudah menunjukkan jam setengah tujuh sore padahal di tempat itu bus terakhir beroperasi sampai jam enam. Setelah sekitar satu jam kami berjalan kaki, akhirnya kami mendatangi sebuah rumah yang kebetulan di depannya ada seorang pemuda sedang memperbaiki mobil. Lalu kami menyapa dan menanyakan arah menuju alamat homestay kami yang ada di peta tersebut. Dia menjawab bahwa letaknya masih jauh. Kalau jalan kaki bisa memakan waktu dua jam lebih, itupun kalau letaknya sudah diketahui pasti. Kalau letaknya belum diketahui seperti sekarang , kata dia, sampai pagi pun belum tentu ketemu. “Jangan khawatir, pak! Mari saya antar. Silahkan naik mobil saya” Katanya. Alhamdulillah, seorang pemuda yang bukan hanya tampan dan terpelajar, tetapi juga ramah dan baik hati. Citra dan nama baik Australia di mata pendatang kembali terangkat dengan kebaikan dan keramahan pemuda ini.
Hal yang menarik lainnya adalah penghargaan para penumpang kepada sopir bus. Setiap kali mereka naik bus selalu mengatakan kata-kata “Good Morning” kalau pagi hari dan Good afternoon bila siang hari. Apabila para penumpang turun dari bus mereka selalu mengatakan “Thank You”. Ini merupakan hal kecil tapi sangat berarti dan menunjukkan tingkat intelektual mereka yang demikian tinggi. Sopir bus, baik pria maupun wanita mampu menjadi sosok yang sangat berwibawa karena mereka mampu menunjukkan sikap santun, tepat waktu, tertib dan dan bertanggungjawab.
Secara umum kota Adelaide bersih dan tertata rapi. Jalan raya sangat lebar , lengang dan jarang terjadi
kemacetan. Transportasi umum adalah kereta, tram, taxi dan Bus kota. Para penumpang dapat menggunakan jasa trasportasi masal ini dengan cara membeli ticket di counter-counter seharga $30.00 untuk umum dan $14.90 untuk pelajar. Karcis ini merupakan karcis multi guna yang dapat digunakan untuk 5 kali trip (10 kali naik bis) dan dapat digunakan untuk bus, tram serta kereta jurusan mana saja dan apabila penumpang ganti bus dalam waktu kurang dari dua jam maka karcis ini tidak kena charge alias tidak dikenai tariff. Jadi satu karcis bisa digunakan untuk beberapa kali naik bis tanpa harus bayar lagi asal belum mencapai dua jam. Apabila langsung membeli karcis di bis harganya sekitar 4,6 dollar atau 40 ribuan sekali jalan (bagi penumpang umum) dan 2,1 dollar bagi pelajar. Secara umum transportasi di Adelaide sangat nyaman, cepat dan mudah dijangkau. Bagi orang tua / manula karcis dapat diperoleh secara gratis, dan di bis mereka diberi tempat khusus yang lebih nyaman dibandingkan dengan tempat untuk penumpang biasa. Penghargaan terhadap orang tua dan orang cacat di Adelaide memang sungguh luar biasa. Posisi bus dapat direndahkan dan ditinggikan agar para orang tua dan orang cacat dapat dengan mudah menggunakan jasa transportasi ini.
Harga-harga di Adelaide terhitung murah kalau dibandingkan dengan di kota-kota lain di Australia, terutama dibandingkan dengan Sydney dan Camberra atau Brisbane. Hal ini kerena Adelaide merupakan kota pelajar. Tapi apabila di kurskan ke rupiah tetap saja mahal. Karena itu apabila tidak terlalu penting sebaiknya jangan terlalu suka berbelanja.










