Selasa, 2 September 2014
Anda disini: HomeLain-LainBeritaPublikPergaulan Bebas Pelajar

Publik

Pergaulan Bebas Pelajar

Ketika saya mengeluarkan tulisan santri digauli kyai, saya mendapat respon positif dan negative dari berbagai pihak. Ada yang melalui SMS, email atau komentar langsung di blogku. Ada yang bertanya, bagaimana dengan Pak Guru di sekolah umum? Membicarakan prilaku anak-anak di jalur sekolah diknas (umum) dapat disimpulkan sudah diambang kebobrokkan. Tidaklah sedikit fenomena tentang anak pelajar berbuat mesum. Pelajar mesum baik dengan temen pelajarnya, orang lain atau dengan para gurunya. Kejadian pelajar mesum dapat baca di sini, atau ini, berita terbaru ini lhoooo. Ada lagi lhoo di sini walau disebutkan di bawah tekanan, yang pernah menghebohkan adalah di Cianjur. Kota lain tak mau kalah, seperti Mojokerto, Ponorogo, Jombang, Bandung, Lamongan dan hampir di semua kota. Pertanyaannya mengapa fenomena adegan mesum pelajar meningkat. Bagaimana semestinya yang harus dilakukan oleh semua pihak? Ataukah kita sudah tidak mau peduli lagi? Kita biarkan kebobrokkan ini?

Jika kita akan menelusuri latar belakang adegan mesum pelajar, maka kita dapat memulai dari cara bergaul para pelajar saat ini. Para orang tua saat ini membiarkan anak-anaknya masuk pada pergaulan semi bebas, menuju bebas atau bebas banget. Mereka, para orang tua berdalih, anak-anak kita saat ini hidup di zaman yang tidak seperti zaman kita. Beri aja kebebasan. Kebebasan yang diberikan oleh orang tua dilanjutkan kebebasan di sekolah. Sekolah tidak ada pengawasan secara ketat. Maka prilaku bebas pelajar dapat berakibat pada prilaku mesum pelajar (berzina sesame pelajar atau dengan pelacur). Tingkat pemahaman anak-anak terhadap agama juga sangat rendah, bahkan nol. Pendidikan agama di sekolah hanya sekedar formalitas saja. Para guru agama juga tidak menampakkan tanggung jawab secara all out, penuh, ikhlas dan selalu memberi pendampingan. Apalgi didukung oleh fasilitas memadai untuk berbuat mesum. Klop semua.

Kebebasan yang diberikan pada anak membuahkan budaya pacaran. Istilah mereka hasrat nafsunya dituruti dengan pacaran. Kemudian dibalut dengan istilah cinta. Benarkah itu cinta? Wahhh, menurutku sihhh nafsu birahi. Pacaran di kalangan pelajar menyumbang andil terbesar adanya perbuatan mesum pelajar.

Kejadian yang terus meningkat dari tahun ke tahun semestinya harus dijadikan pembelajaran bagi insan pendidik agar segera mengambil sikap tegas. Para pendidik harus berani mengambil sikap tegas dengan memberi sanksi tegas pula. Demikian dinas pendidikan harus memberi dukungan atas sikap tegas pendidik. Jangan sampai seperti kasus di Tulungagung. Terdapat pendidik dan sekolah memberi sanksi tegas penyebar vidi porno, ehhh, dinas pendidikan memarai pendidik dan kepala sekolah. Dinas pendidikan membela anak yang melanggar tata susila tersebut.

Bagaimana peran pihak lain? Tentu dibutuhkan. Lihat juga ini

——————
di dari Fajar Online.

Berpose di kamera Hp

PALEMBANG — Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah anak didiknya. Seorang siswi SMP swasta yang sekolah di kawasan Kamboja, berpose bugil dengan menggunakan kamera hand phone.

Adegan sekali foto itu, berpose dalam posisi telanjang dada. Pemerannya siswi kelas III, berkulit putih mulus, rambut panjang lurus, berponi dan memakai kalung. Kini foto tersebut sudah menyebar luas di kalangan anak sekolah.

Informasi dihimpun Palembang Pos, beredarnya foto syur siswi SMP ini diperkirakan telah menyebar sejak seminggu lalu. Foto syur itu bisa dengan mudah didapat di sekolah-sekolah. Wartawan koran ini berhasil mendapatkan gambar dari kamera siswa SMP di salah satu sekolah.

Menurut siswa yang enggan disebutkan nama dan sekolahnya, ia mendapatkan foto dari teman satu kelasnya. “Lah seminggu ini kak nyebar foto cak ini. Dengar kabar, pemerannyo budak SMP yang sekolah di kawasan Kamboja,” ujar siswa tersebut.

Kapolsek IT I AKP Slamet Waloya SH SIk didampingi Kanitreskrim Ipda Rizka Aprianti AMd, saat dikonfirmasikan membenarkan adanya foto bugil yang diperankan siswi SMP. Pemerannya siswi SMP yang sekolah di Kamboja. Foto itu sudah tersebar di kalangan anak sekolah, ujar Slamet.

Terkait beredarnya foto, Slamet mengaku pihaknya sedang menyelidiki. “Kita lidik siapa yang mengambil gambar dan dicari identitas pemerannya. Anggota sudah mendatangi sekolahnya, tapi belum dilakukan penangkapan.

Ya, kalau terbukti sengaja menyebarkan, selain terancam UU Pornografi dan Pornoaksi, pemerannya akan dikenakan pasal 282 KUHP tentang menyebar luaskan gambar, tulisan dan melanggar kesusilaan,” tukas Slamet berjanji mengusut sampai tuntas.
 
(sumber : http://remajagenerasibangsa.blogspot.com)
  • Tak Ada Komentar yang Ditemukan

Tinggalkan Komentar anda

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Aturan dan Ketentuan.

Pojok Siswa

Ke Atas