Semangat pengabdianmu kepada negara tak diragukan lagi dalam dunia pendidikan, segenap kemampuan dan pengetahuanmu dicurahkan untuk membangun anak negeri ini menjadi insan-insan yang bertaqwa, berbudi, cerdas, berbudaya, berilmu, terampil dan berkemampuan. Begitu besar jasa-jasamu membangun negeri ini, walau di sana-sini diantara mereka dalam kondisi marginal menerpa dengan kerasnya, mereka tetap semangat dan riangnya menunaikan tugas dan kewajibannya.Sejak pagi hingga siang tanpa engkau lelah dan penuh kesabaran mendidik para siswa dengan satu harapan bahwa mereka dapat mewujudkan cita-cita, harapan dan tujuan hidupnya. Keberhasilan dalam mendidik para siswa adalah kepuasan tersendiri dibandingkan apapun. Lelah, letih dan penat akan sirna digantikan senyum kebanggaan dan kepuasan jika anak didiknya dapat meraih prestasi yang optimal. Semua guru tentu berkeinginan seperti itu walaupun mereka sadar bahwa tantangan, hambatan, dan rintangan di era globalisasi untuk mendidik generasi muda zaman sekarang, bukan pekerjaan yang mudah. Tapi sekali lagi tekad dan niat mulia tak akan menyurutkan langkah para guru membawa mimpi-mimpi anak didiknya mencapai tujuan konkretnya.
Ketidakberpihakan “sang nasib” terkadang masih dialami oleh segenap guru, sebut saja mereka yang menyandang predikat “guru honorer” yang bergulat seru dengan perjuangan nasibnya. Keadaan ini sangat ironis dengan performa yang mereka abdikan, tapi apalah hendak dikata suara hati, harapan, dan permohanan kemana lagi hendak dibawa kalau tidak ada pihak yang sedikiiiiiiiiiiiiit saja membuka mata terhadap nasibnya.
Patah semangat menghadapi kondisi ini bukanlah sikap yang bijaksana, tapi menerima saja tanpa perjuangan terhadap kondisi ini juga bukan hal yang mencerminkan kaum intelek. Ibarat air menetes pada batu yang keras lama kelamaan batu akan berlubang, semangat dan maksimalkan seluruh dedikasi mungkin dapat menjadi jalan terbaik yang ditempuh.
Kita boleh hidup di dunia pendidikan tapi jangan sekali-kali kita mencari hidup di dunia pendidikan. Banyak cara yang bisa terbuka untuk membuat dunia pendidikan dan perjuangan pribadi seorang guru dapat sering sejalan, salah satunya adalah memaksimalkan kreatifitas dan kemampuan life-skill. Oke bro………..cuman itu yang bisa saya tawarkan kepada rekan-rekan guru, sekedar ajang menghibur diri kita.
Pasang sebagai favorite
Bookmark
Email ini
Hits: 1612
Komentar (0)

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.





















ayoo maju trus smpn1 arjawinangun
wed design ya