Menteri Nuh menjelaskan, UN bukan hanya urusan kelulusan, tapi media membangun karakter. "Kalau ujian saja nyontek, kalau sudah besar pasti korup," tutur mantan rektor ITS ini. Mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi, pemerintah menyosialisasikan lima jenis soal untuk setiap 20 anak. "Dalam satu kelas ada 20 anak. Ada lima tipe soal. Tiap hari anak-anak dapat tipe soal yang berbeda," katanya. Mendikbud mengatakan, sama seperti tahun lalu, jika ada siswa terbukti melakukan kecurangan, maka hasil UN nya akan dihapus.
UN juga diharapkan bisa menjadi paspor masuk perguruan tinggi secara nasional. Tahun ini, kata Mendikbud, UN sudah dipakai menjadi acuan untuk penerimaan mahasiswa baru di jalur undangan. "Dua tahun lagi mudah-mudahan bisa dipakai secara sepenuhnya," katanya.
(Sumber: http://www.kemdiknas.go.id)
Pasang sebagai favorite
Bookmark
Email ini
Hits: 96
Komentar (0)

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.





















ayoo maju trus smpn1 arjawinangun
wed design ya