RSBI Untuk Prestasi Atau Gengsi

  • PDF
  • Cetak
  • Surel

Ada yang histeris, ada yang meraung dan ada pula yang hanya terdiam seribu bahasa. Sementara yang lain tidak dapat mengekspresikan kegembiraannya di tengah-tengah rekannya yang sebagian besar dinyatakan harus mengulang ujian nasional. Begitu pemandangan di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) favorit dan berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI)  saat pengumuman hasil ujian nasional (UN) 2010 beberapa waktu lalu.

 

Banyak alasan yang dikemukakan pihak sekolah terhadap kemerosotan angka kelulusan itu, seperti banyak anak didik yang tertipu dengan pesan singkat telepon genggam dan foto copy jawaban soal UN palsu sampai tim pemeriksa yang dinilai tidak teliti dalam memeriksa hasil ujian anak-anak.

RSBI akan menjadi pelopor dan contoh dalam menghasilkan pengumuman hasil UN, namun ternyata kenyataan berkata lain. Ujian nasional memang tidak bisa dijadikan tolok ukur satu-satunya untuk menilai kualitas RSBI, namun hasil UN ini akan menjadi indikator pertama dan paling kelihatan di mata masyarakat untuk mengukur kualitas pendidikan.

Sekolah tidak hanya memelihara gengsi sebagai sekolah favorit dan pelaksana RSBI secara penuh dalam dua tahun terakhir, tetapi benar-benar membenahi sistim pendidikannya untuk menghasilkan lulusan sesuai dengan kualifikasi sekolah berstandar internasional.

Banyak aspek yang harus dibenahi seperti sarana dan prasarana, tenaga guru dan metode pembelajaran. Aspek tersebut belum sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk sebuah RSBI. Sebagai contoh guru yang dituntut menguasai bahasa Inggris dan harus dapat mengajar dengan bahasa internasional tersebut. Akan tetapi guru seperti itu masih langka di semua RSBI, belum lagi siswanya yang kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris.

Guru yang bisa berbahasa Inggris di RSBI rata-rata baru guru bahasa Inggris saja, apalagi siswa. Bagaimana sekolah itu mau memenuhi syarat penggunaan bahasa Inggris dalam kelas kalau jumlah guru ang bisa berbahasa Inggris hanya sedikit. Dalam satu sekolah berstatus RSBI, guru yang seharusnya mengajar dengan bahasa Inggris tetapi menerapkannya dengan bahasa Indonesia, harus didenda.

Kalau nanti sekolah itu sudah berstatus sekolah berstandar internasional maka semua kegiatan belajar mengajar harus menggunakan bahasa Inggris dan memiliki dua bahasa asing lain sebagai pilihan. Kekurangan juga masih dialami dalam hal penyediaan sarana dan prasarana, jumlah tenaga pengajar dan kesejahteraan mereka yang masih rendah, serta sistim pembelajaran yang masih jauh dari harapan. Siswa di sekolah berstatus RSBI tidak boleh membawa pulang tugas-tugas sekola di rumah sebagai PR karena di rumah siswa hanya untuk kegiatan nonsekolah seperti bermain dan membangun hubungan sosial, watak dan akhlak.

Karena keterbatasan-keterbatasan inilah sehingga sampai saat ini masih sulit untuk membedakan mana sekolah berstatus RSBI dan mana sekolah biasa karena penyelenggaraan pendidikannya masih relatif sama.

Pemilihan kepala sekolah RSBI tidak boleh politis. Jangan karena seseorang adalah kerabat kepala daerah, maka terus dipertahankan meski manajemennya kacau. Kepala sekolah RSBI harus orang profesional sehingga seleksinya juga harus ketat yakni melewati proses uji kelayakan dan kepatutan.Sekolah-sekolah yang berpotensi menjadi RSBI juga masih cukup banyak, baik negeri maupun swasta.

Sejumlah sekolah harus digenjot untuk menjadi RSBI dan yang sudah RSBI secepatnya menjadi SBI. Harapan masyarakat pada RSBI cukup tinggi, karena itu sekolah-sekolah RSBI harus terus dievaluasi dan dikelola secara profesional dan transparan. (Sumber AntaraNews)

Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar
Anda harus masuk untuk menerbitkan sebuah komentar. Silahkan daftar bila anda belum punya akun.

busy
 

Form Login

Anggota Online

None

Akses Web

Bagaimana pendapat Anda dengan Akses website SMPN 1 Arjawinangun ?
 

Pojok Siswa

Sodakoh Kepaksa 21.01.09 - Nama saya Fadly, seorang muslim yang “lumayan” taat beri...
Bahasa Inggris dan Kata Pertama 02.04.09 - Sudah menjadi kelaziman dan diketahui secara luas bahwa BAHA...
Contoh Makalah Contek-Mencotek di Kalangan Remaja 02.04.09 - Bab 1PendahuluanA. Latar Belakang MasalahUjian Akhir Nasiona...

Kunjungan Per Negara

Top 7:
Indonesia flag 67%Indonesia (70113)
United States flag 15%United Sta... (15664)
Russian Federation flag <1%Russian Fe... (566)
Malaysia flag <1%Malaysia (357)
Ukraine flag <1%Ukraine (327)
Norway flag <1%Norway (313)
Netherlands flag <1%Netherlands (218)
104784 visits from 83 countries

Facebook Kami

Dunia Pendidikan

Kejelasan Satatus RSBI Di Tangan MK 22.02.12 - ”MK Gelar Sidang Perdana soal RSBI, Mahkamah Konstitus...
Uji Kompetensi untuk Pastikan Profesionalisme Guru 18.02.12 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2012 akan menerap...
UN Bukan Sekadar tentang Kelulusan 18.02.12 - Setiap komponen masyarakat yang terlibat dalam ujian nasiona...
Bagaimana Menjadi Pembelajar Yang Baik Bagaimana Menjadi Pembelajar Yang Baik 18.02.12 - Hampir semua pelajar datang dengan pertanyaan yang sama, ...
Kelulusan Peserta Didik Tidak Hanya Dinilai Dari Hasil UN 04.11.10 - Meski ujian nasional baru akan berlangsung April 2011 men...

Who's Online

Kami punya 73 tamu online

Statistik

Anggota : 174
Konten : 102
Tautan Web : 6
Kunjungan : 234278

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini343
mod_vvisit_counterKemarin690
mod_vvisit_counterMinggu ini1033
mod_vvisit_counterMinggu lalu4433
mod_vvisit_counterBulan ini19616
mod_vvisit_counterAll541015

Online (20 minutes ago): 23
Your IP: 38.107.179.240
,
Now is: 2012-05-21 05:40

Chat Alive

Seksi Kurikulum

Komentar Terkini

Sekolah Juga Panggun
pa bambang email q g bsa di buka yang sulaiman@smp
Tiga Siswa SMPN 1 Ar
pa,email q yg diksih dri pa bambang koq g bsa di b
Tiga Siswa SMPN 1 Ar
pa,email q yg diksih dri pa bambang koq g bsa di b
Tiga Siswa SMPN 1 Ar
ayoo maju trus smpn1 arjawinangun wed design ya
Pemaparan Visi, Misi
visi misi calon ketua osis barunya apa nih ? bisa